Tersayat.Pedang.Tajam

see more http://www.savetheforest.wordpress.com

[20:51 21-06-10]
jakarta @ LPPI Kemang A3.3.4.4

kembali menulis diblog yang memiliki rating sekitar 5-6 visitor perhari terserah mau dibaca, dimaki, diignore dll,, akntetapi  banyak yang ingin tuangkan, dimuntahkan, dibuang dan lain-lain atas kejadian-kejadian yang telah dan sedang dialami. namun baru mendapatkan mood dan waktu yang tepat amat susah bener. Tapi seperti biasanya muncul setelah dengerin lagu-lagu shoegaze.. yang ada temen bilang “lagu pengantar bunuh diri” memang bisa dikatakan seperti itu karena genre shoegaze lebih mengangkat kekuatan melodi dari gitar, keybord dan dipadu dengan sentuhan elektronik manjadikan sebuah lagu yang bisa mendatangkan inspirasi, ketenangan dan mengantarkan ke dunia lain (bunuh diri salah satu jalan tercepat). playlist saat ini yaitu muterin 1 album berulang-ulang Akira Kosemura – Grassland

dimulai dari suatu hari yang menurut saya mendapatkan materi tambahan treasury, dan bisnis internasional, dimana ada seseroang kepala divisi yang cukup nyentrik dan think out of the box, kepala divisi STO saat ini, beliau dalam mengajar selalu memberikan pesan yang mungkin cukup mendasar dalam menjalani kehidupan kedepannya. salah satu pesan beliau yaitu:

ada 3 hal didunia ini yang tidak akan kembali yaitu: pertama busur panah, kedua waktu dan kesempatan dan ketiga ucapan

tiga hal yang bener-benar cukup untuk membuat seseorang berubah arah 180*, dimana banyak orang yang  nothing alias tak mendapatkan apapun atas apa yang iya kerjakan, meraka ia akan membuang waktu atas yang dikerjakannya. terlebih yang cukup berbahaya ya ucapan. segala sesuatu yang telah terlempar dari mulut kita tidak akan mungkin untuk dikembalikan. lalu solusinya? diam? diam memang adalah emas tapi suatu kondisi diam akan menjadi barang rongsokan. Bahkan ucapan kita bisa menjadi suatu alat yang paling tajam sekalipun dibandingkanr pedang atau pisau. Suatu yang dapat melukai yang akan sulit untuk disembuhkan.

semua tentang manusia yang sama sekali tidak bisa di analisis secara logika. bahkan setiap orang memiliki pandangan dan persepsi yang berbeda. lalu bagaimana menghindarinya? ada seorang teman jg yang berpesan: semakin bnyak mengenal orang lain akan semakin baik pula dalam membawa diri, jadi pinter-pinter kitanya bawa diri. Namun, memang ada orang2yang tanpa disadari atau sudah bawaan dirinya yang pinter bawa diri bahkan diapun tidak menyadarinya. Jadi temen-temannya pun akan bnyak dan relatif mereka cukup akrab, akantetapi dilain sisi, ada orang-orang yang sadar akan berusaha untuk membawa diri dan hasilnya bisa baik atau juga bisa gagal. Tapi selama kita punya niat yang baik insyallah akan menhasilkan yang baik pula.

kalo ngomongin niat; jadi keinget dengan seseorang, yang saya sebut dengan a girl with butterfly wings.. dimana ya nyarinya sampe sekarang ga ketemu-ketemu.. namun setelah ketemu, makin teriris saja sehingga meninggalkan perih. ya satu pesan: semoga dia bahagia itu saja sudah cukup bagi saia.

Sebentar lagi menunggu hasil SK penempatan, semoga saja ditempatkan yang terbaik, kembali Bapak Kepala Divisi STO saat ini berpesan. Beliau berpesan Buat apa bingun, takut, gundah, dll, semua tempat itu baik dan semuanya telah diatur Allah Swt kok, yang diturunkan melalui divisi MSDM, dimanapun kita bisa bekarya dengan sebaik mungkin. Bahkan ada sebuah cerita, dimana saat itu saia pulang dari kampung jd langsung naek Bus Damri jurusan Blok M, setelah sampai di Blok M skitar pukul 18:30 sya langsung menunggu taksi, dan datang sbuah taksi express (sudah top of mind murah nih)

ketika masuk ketaksi, pak supir yang sudah cukup paruh baya namun dengan semangatnya menyapa selamat malam mas. mau kemana mas?, hmm saia pun menjawab karena mungkin pertanyaan standar masuk taksi, ya saia jawab BRI Ragunan pak dan, bapak ini menanyakan kalo saia kerja di BRI ya? haha saia jawab belum lah, saya masih trainnee pak, minggu depan saia ujian akhir kelulusan,, wah, semoga sukses yah jawabnya dengan semangat.. lantas ia bercerita tentang suatu bank yang cukup membantunya dan keluarganya, yaitu bank BRI

Suatu bank dan satu-satunya bank yang ada dikampungnya, saya lupa nama kampungnya yang pasti masih di daerah Parung, Bogor. bapak pun sangat senang dengan karena mengenal adanya ATM yang bagi beliau suatu alat yang sangat canggih dikampungnya, karena bisa mengirim uang seketika. Bapak pun semakin antusias ketika saya sampaikan bahwa ATM bs bayar telepon, listrik, beli pulsa dll. Beliaupun jadi nasabah sudah cukup lama sehinga beliau mengalami masa-masa telex, wesel dll. kantornya dingin, bersih, nyaman dan mbk-mbknya ramah loh mas, cm kalo makan siang kantornya tutup tambahnya. haha ga apa2 saya tunggu aja sambil ngobrol-ngobrol.

Hal yang membuat saia cukup terdiam ternyata cerita yang dulu pada saat dikelas mendengar dari pengajar, saat ini, saya mendengar langsung dr nasabah langsung. bahkan ketika sampai ditujuan pun, beliau masih bercerita dan menjadikan perjalanan saia tanpa terasa, wah ga cukup ternyata. “terima kasih banyak ya mas, saia doakan semoga sukses dengan ujiannya” ucapan terakhir si bapak. sesorang yang terus bekerja di jakarta dengan semangatnya dengan jam kerja hingga jam 1 pagi dan harus kembali bekerja pukul 5 paginya.. salut… Terima kasih banyak pak atas doanya..

[21:49 PM]


Advertisements

~ by alfajri on June 18, 2010.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: