relationship

Bandung, 22 June 2008, 12:06:40 PM

Relationship, kata yang bagus.. terdiri dari dua relation dan ship, hmm bukan-bukan ini bukan kursus bahasa inggris, jadi ga usah bingun. mungki langsung diterjemahin ke dalam bahasa indo saja, relationship (kb) yang berarti hubungan, pertalian. Namun, relationship itu bagi saya lebih menunjukan suatu proses, dimana ada permulaan dan ada pula titik dimana relationship itu berakhir. waduh jam 12.30 , saya harus pergi.. kerja lagi..

Bandung, 22 Juni 08, 07:19:20 PM cuple.jpg

Melanjutkan nulis yang sempat terputus, jadi relationship itu merupakan suatu proses, akan tetapi makna “relationship” itu sendiri memiliki banyak penafsiran, tergantung dalam konteks apa yang mau diuraikan lebih mendalam, relationship bisa terdiri dari social relationships antara orang dan mathematical atau theoretical relationships atau yang disbut hubungan causal/sebabakibat., aghh pusing.. (en.wikipedia.org). mungkin disini sya tidak menguraikan lebih banyak dan hanya terfokus dalam suatu hubungan antara co dan ce. Oleh karena itu, makna kata relationship merupakan suatu proses dimana terjadi adanya saling melengkapi antar satu sama lain. tidak hanya melengkapi akan tetapi dapat juga saling mengisi kekukarangan satu sama lain. Sehingga bagi saya sendiri akan sulit menjalin hubungan ketika semuanya terlihat baik saja, tidak memiliki kekurangan, dan tidak memiliki perbedaan antara satu sama lain, mungkin kita dapat melihat suatu roda bergigi, jika terdapa 2 roda bergigi maka akan dapat berjalan dan bergerak jika giginya saling mengisi dan melengkapi, namun jika hanya dua roda dengan permukaan yang rata dan halus, mungkinkah dapat berputar dengan baik??. Maka jika dilihat dari sisi tersebut, jadi relationship dapat terbagi menjadi dua sisi yaitu suatu ikatan dan mengenai suatu perasaan.

Okei, kita mulai dengan menyangkut ikatan/tautan memiliki keterikatan satu sama lain namun belum tentu memiliki. Bisa saja hanya ada sebuah ikatan tanpa harus mengikat. Tetapi hal terpenting disini yaitu adanya saling menjaga hati dan perasaan satu sama lain. Hal tersebut bisa saja terjadi Karena saling menghargai dan sebenarnya saling menginginkan satu sama lainnya. Sebenernya hal tersebut bisa saja berjalan jika adanya suatu keseriusan selama kita bisa saling menjaga dan menghormatinya. Hal tersebut menjadi krusial jika sudah ada ketidakjujuran, walaupun hanya kecil. Oleh karena itu, dalam menjalin suatu hubungan yang memiliki keseriusan diperlukannya kejujuran satu sama lainnya. Mungki lebih mudah menafsirkannya, saya ilustrasikan dengan contoh. misalkan saya memiliki hubungan dengan si A yang saya anggap ini benar-benar serius dan saya bisa dikatakan tidak adanya suatu komitmen secara lisan ( atau lebih dikenal oleh anak muda jaman sekarang “jadian”) dan suatu ketika ada orang lain atau si B hadir maka saya dapat saja menjalankan dengan si B tersebut dengan mudah akan tetapi jika jujur maka akan menganggapnya tidak lebih, dikarenakan saya lebih menghargai si A. Sulitkah? tentunya itu tergantung pada setiap individunya. sejauh mana iya dapat jujur pada dirinya sendiri dan pada si A tersebut. mungki sekian untuk ikatan. Setelah ikatan/tautan tersebut, selanjutnya perasaan. Bisa juga dijadikan dasar dari sebuah relationship. –(waduh perut dah lapeer bener)–. adanya suatu perasaan yang lebih dengan seseorang bisa menjadi dasar dalam menjalin hubungan. Namun, perasaan itu kompleks sekali jadi sulit untuk diuraikan. –(hmm mungkin dah laper yak)–. Pada initinya, selama kita bisa menjaga dan menghargai perasaan seseorang yang kita anggap khusus, insyaallah, suatu hubungan / relationship dapat terjalin dengan baik. Walauterkadang di tengah-tengah perjalanan tidak semulus apa yang kita lihat kedepan. mungkin apa yang dirasakan tiap-tiap orang tersebut berbeda. Selain makna dari ralationship terebut, adanya tahapan dalam berhubungan. dikarenakan suatu relationship terebut merupakan suatu proses. pada initnya suatu relationship tersebut dapat terbagi menjadi 3 tahap (ga usah banyak-bnyak). yaitu antara lain tahap perkenalan, tahap ketidakpastian dan tahap komitmen.

Tahap yang pertama yaitu tahap pekenalan, pada tahap inilah sebuah realationship dimulai. permulaannya tentu dapat berbagai macam caranya. namun secara spesifik mungkin saya kategorikan menjadi dua saja, yaitu secara langsung dan tidak langsung. kita mungkin lebih dan sering memulai perkenalan itu dengan cara langsung,. Langsung disini dapat berupa langsung bertemu atau melalui orng ketiga tunggal (ah lupa istilah dalam bhs inggrisnya, biar keren gitu). kebnyakan orang sih lebih mudah mengingatnya apabila bertemu dan melihat secara langsung. okei,, untuk selanjutnya yaitu secara tidak langsung, yang saya maksud perkenalan scara tidak langsung disni yaitu perkenalan yang menggunakan media perantara. jadi bukannya dengan pihak kegita yang mengenalakan akan tetapi kita saling bekenalan namun terdapat media perantara pendukung telekomunikasi speri internet, mobile phone, dsb.

Tahap Selanjutnya yaitu tahap ketidakpastian, mengapa sya sebut suatu “ketidakpastian”, dikarenakan terdapat suatu keraguan-raguan atau kebimbangan baik kedua pihak ataupun hanya salah satu diantara meraka. sebenarnya pada tahap inilah kita dapat menentukan untuk membangun suatu relationship atau juga dapat mengakhiri sebuah relationship. Namun, keputusan tersebut tidak lah mudah untuk diambil karena yang sayan tekankan yaitu proses, sehingga membutuhkan waktu. Waktu yang dibutuhkan terebut bisa saja singkat dan bisa juga memakan waktu lama, 1- 2 hari, 10 bulan, atau berahun-tahun, hmm kan setiap orang itu berbeda-beda dan relatif. pada tahap ini kita bisa mementukan apakah suatu hubungan dengan seseorng dapat berkahir atau dapat dilajutkan dengan adanya suatu “komitmen” diantara keduanya. memang cukuo tidak adil jika hanya terjadi pada salah satu pihak saja. karena akan meciptakan hubungan yang tidak menentu alias digantung. mungki tidak masalah jika bisa menerima, namun, apakah semua orang bisa menerima?. sulit memang untuk menentukan perasaan orang lain. terlebih orang-orang yang merasa bisa membaca perasanaan atau isi hati orang lain hanya dengan melihat tampak luarnya saja. seperti “Don’t judge a book by its cover“.

tahap yang terakhir mungkin Tahap komitmen, (loh kok mungkin jri??) haha,, karena bisa saja pada tahap ini menjadi terakhir atau bisa juga masih bisa mengulanng ke tahap pertama kembali, di jaman sekarang komitmen itu sudah seperti barang yang dijual di pasar, ya bisa di obral sana sini, kalo bisa pake diskon segala. tapi ga bisa disalahin juga sih, anak muda jaman sekarang mana ada yang tahan jomlo. hahaha.. (eaah ky lu dah tua aja jri..) iya sih. tp lucu aja liat obral sana sini.. trus paling 3-4 bulan break ga tegor2an,, itu hanya memutuskan silahtiruhmi saja ya sudah pasti relationship pun terputus. jangankan pada masa pacar-pacaran (istilah anak2 muda sknrg, kalo dikmpung itu nama taneman..) bahkan pada saat sudah menikah pun dimana suatu komitmen itu dipertaruhakn di atas Quran pun bisa aja putus, pake talak-talakan lah, gonogini lah dsb,, jaman edan.. subhanallah.. hmm namanya jg manusia ada aja.. mungkin sekrng sy bisa nulis seperti ini tetapi sy idak tau jalan kedpan yang telah ditentukan-Nya, ya manusia boleh berencana tetapi semua ada yang mengatur, so deket-deket aja sama yang ngatur.. hehe, jadi itu sebabnya saya katakan diawal tahap ini berupa kemungkinan tahap yang terakhir atau bisa saja tidak. Pentingkah sebuah komitmen? hmm tentu saja penting, ya dikarenakan itu yang menjadi akhir dari tahap ketidakpastian. Ketegasan terhadap sesuatu itu sangat penting sehingga kita tidak seperti berjalan tanpa arah yang jelas.

hmm munkin itu celotehan dari saya, atau kapan2 sesuatu pikiran lagi yang datang pada sesaat setelah bangun pagi atau sebelum tidur… sebagai tambahan ada qoute yang sy sitir dari salah satu site :
“Relationships are like glass; sometimes its better to leave it broken then get hurt trying to put it back together” (www.poemofquotes.com)

thx, wassalammualaikm.

-hanya sebuah ungkapan yng tak sempat terucap-

sumber: pengalaman dan teman-temen yg telah membantu..

Advertisements

~ by alfajri on June 19, 2008.

3 Responses to “relationship”

  1. oooiii jri,, dari pengalaman pribadi toh..
    hehehe mantep kali analisis dan analogi mu
    cerita-cerita lah.. tak berubah juga kau dari dulu, selalu memendam
    sampe kapan kau jadi orang misterius,,
    okei!!

    best regards

  2. ada yang kurang jri

    “narasumber:…”

    gw kenal banget kayanya sama perumpamaan dan tahapan2 itu hahaha, thanks to him

  3. terlalu bertele tele pemaparannya mas…bacanya juga berhari hari,,hahha.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: